Review Wednesday: Faiha – "Cari Pokemon"

Faiha
Cari Pokemon”
Single
Sani Music Indonesia
Best New Track

Tidak dapat dimungkiri lagi dangdut merupakan genre musik yang paling adaptif terhadap perkembangan zaman. Terbukti dengan adanya fenomena sosial terkini, para musisi dangdutlah yang paling peka dan liat dengan adanya isu-isu terkini, seakan-akan menjadi kritikan sosial terhadap budaya masyarakat Indonesia yang cenderung ikut-ikutan. Seperti hebohnya fenomena Valak dari The Conjuring 2 yang sempat merebak di Indonesia, dangdutlah satu-satunya yang berani mengangkat tema semacam ini dengan diluncurkannya lagu, “Seperti Valak” dari Ika D’Academy. Dangdut jugalah genre musik yang dapat menyentuh segala kalangan usia, mulai dari muda hingga tua, kemampuan musik dangdut untuk menghipnotis pendengarnya tanpa terkecuali sudahlah terbukti. Selihai apa pun anak-anak perkotaan menghindari dangdut seperti wabah kusta, mau tak mau mereka hafal sejumlah lagu-lagu dangdut terkenal, seperti “SMS”, “Keong Racun”, dan “Kopi Dangdut”.

Kombinasi mematikan antara fenomena sosial paling mutakhir dan kemampuan musik dangdut untuk membuai setiap segi dan golongan masyarakat inilah yang dimanfaatkan Faiha, biduanita cilik yang independen ini, yang beberapa hari terakhir menjadi buah bibir, seiring dengan kepopuleran Pokemon Go. Ini sebuah langkah yang berani untuknya karena banyaknya musisi dangdut cilik dapat dihitung dengan jari. Ketika mendengar “Cari Pokemon” pertama kali, orang mungkin akan berpikir bahwa ini hanyalah tipikal lagu dangdut yang kerapkali mengambil judul dari meme terkenal akhir-akhir ini, seperti “Sakitnya Tuh Di Sini”. Namun, setelah mendengar “Cari Pokemon” berulang kali, selain ternyata lagunya yang mudah dicerna dan dihafalkan, “Cari Pokemon” menyimpan sesuatu yang lebih mendalam.

Diawali dengan suara Faiha yang menggemaskan yang meneriakkan “Pikachu” berulang kali, ia mengawali lagu “Cari Pokemon” dengan memperkenalkan sejumlah Pokemon ikonik yang menjadi lambang trademark dari game Nintendo, sebuah metode yang sangat efektif untuk membuat anak-anak lebih familier dengan monster-monster saku ini. Dengan lagu “Cari Pokemon” ini, Faiha juga menepis kegusaran orang tua yang khawatir dengan dampak “kekerasan” yang mungkin ditimbulkan oleh Pokemon. Komposisi yang digunakan Faiha dalam “Cari Pokemon” sedikit mengingatkan akan eksperimen yang dilakukan oleh Belle & Sebastian dalam album Girls in Peacetime Want to Dance, penuh dengan nuansa disko tahun 1970-an yang membuat Donna Summer iri. Bagian chorus merupakan epitome dari lagu ini ketika Faiha berkali-kali menekankan, “Pokemon Pokemon di mana kamu? Ku mau kamu jadi milikku.” Tak hanya merepresentasikan hasrat Faiha untuk catch ’em all dan be the very best, bagian chorus ini membuktikan bahwa renjana dan kerinduan yang mendalam bukanlah melulu monopoli orang dewasa. Dengan “Cari Pokemon”, Faiha mengingatkan kita bahwa seorang anak pun bisa memiliki kerinduan yang sama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s